: Kasus Baru Covid-19 di DIY Kembali Melonjak 7 Orang, Pasien Sembuh Tambah 5 Orang Kamis, 25 Juni 2020               : Pemkot Bogor mencatat, terdapat 10 mal yang mengajukan izin beroperasi kembali di tengah pandemi corona.               : Demo penolakan UU Cipta Kerja pada tanggal 8 Oktober 2020 berpotensi meningkatkan kasus Covid-19              
Blog single photo

Membangun Sistem Pelaporan Indikator Kinerja Gizi sesuai Kebutuhan

Sistem Kesehatan Nasional merupakan pengelolaan kesehatan yang didalamnya mencakup pengelolaan administrasi kesehatan, informasi kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran serta dan pemberdayaan kesehatan sesuai yang tercantum dalam Perpres No.72 tahun 2012. Pengelolaan kesehatan ini dilakukan secara berjenjang di pusat dan di daerah. Pengelolaan informasi kesehatan Direktorat Gizi Masyarakat dilakukan melalui sistem pelaporan dari puskesmas, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. System pelaporan ini kemudian dikembangkan mulai tahun 2017 yang biasa disebut dengan e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Sistem ini pada awalnya bertujuan untuk mempercepat respon ketika terjadi kasus anak bermasalah gizi karena by name by address sehingga dapat langsung dilakukan konfirmasi oleh petugas kesehatan dan diberikan tatalaksana yang tepat.

Aplikasi ini dapat diinput oleh petugas kesehatan di puskesmas dan kabupaten, namun dapat diakses oleh petugas di tingkat provinsi dan pusat. Aplikasi e-PPGBM diintegrasikan dengan laporan rutin program dalam SIGIZI Terpadu (Sistem Informasi Gizi Terpadu). Dua puluh tiga indikator yang diampu oleh Direktorat Gizi Masyarakat harus dilaporkan secara rutin sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi kinerja program. Untuk mempermudah pelaporan ini, maka sistem informasi SIGIZI Terpadu terus dikembangkan.

Pada tanggal 1-3 Oktober 2020, dilakukan updating menu dan tampilan output laporan rutin yang terdiri dari laporan RPJMN, Renstra, dan program gizi agar meminimalisir kesalahan interpretasi data indikator. Pada pertemuan ini dilakukan pengecekan satu per satu indikator dan dibandingkan dengan data mentah yang diinput dalam e-PPGBM/laporan. Apabila dilakukan penarikan data, diharapkan data yang muncul sudah tepat dengan tampilan tabel yang mudah diinterpretasikan. Ketelitian dalam membuat query dibutuhkan agar data yang ditarik tidak keliru. Dengan data entry yang cukup banyak dan user di seluruh puskesmas, kabupate/kota, provinsi, dan pusat, dibutuhkan sistem yang kuat. Untuk itu, Direktorat Gizi Masyarakat bekerja sama dengan tim IT untuk mengembangkan SIGIZI Terpadu.

Komentar

Top