: Kasus Baru Covid-19 di DIY Kembali Melonjak 7 Orang, Pasien Sembuh Tambah 5 Orang Kamis, 25 Juni 2020               : Pemkot Bogor mencatat, terdapat 10 mal yang mengajukan izin beroperasi kembali di tengah pandemi corona.               : Demo penolakan UU Cipta Kerja pada tanggal 8 Oktober 2020 berpotensi meningkatkan kasus Covid-19              
Blog single photo

Tugas Pokok Sub Klaster Gizi Dalam Penanggulangan Bencana

Sumber: Pedoman Penanganan Gizi Dalam Penanggulangan Bencana, Materi Inti 1

Koordinasi penanganan gizi bencana dilakukan melalui mekanisme sub klaster gizi. Mekanisme koordinasi sub klaster gizi bertujuan untuk memastikan agar koordinasi penanganan gizi yang dilakukan oleh pemerintah dan mitra sudah sesuai dengan prioritas pemerintah daerah terdampak.

Sub klaster gizi merupakan bagian dari klaster kesehatan dalam pengelolaan krisis kesehatan (bencana) mulai dari pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Dalam pelaksanaannya, sub klaster gizi di tingkat Nasional, Provisi, dan Kabupaten/ Kota bekerja dibawah komando klaster kesehatan.

Berdasarkan Standar Kemanusiaan Inti (Core Humanitarian Standard), indikator keberhasilan dari pelaksanaan koordinasi pada situasi bencana antara lain adalah:

  1. Kesenjangan dan tumpang tindih dapat diminimalisir oleh penerima manfaat dan mitra, melalui pelaksanaan kegiatan yang terkoordinir.
  2. Organisasi yang terlibat dalam masa tanggap darurat dapat membagikan informasi yang relevan melalui mekanisme koordinasi formal dan informal.
  3. Adanya koordinasi dalam pelaksanaan kajian kebutuhan, penyaluran bantuan dan pemantauan pelaksanaan kegiatan tanggap darurat.

Adapun tugas pokok dari sub klaster gizi adalah sebagai berikut:

  1. Mensosialisasikan ‘Pedoman Penanganan Gizi Dalam Penanggulangan Bencana
  2. Melakukan pengkajian cepat atau Rapid Health Assesment (RHA)-Gizi
  3. Menyediakan buffer stock PMT Balita, PMT Bumil, dan PMT anak sekolah
  4. Menyusun menu dan merencanakan kebutuhan bahan makanan dapur umum
  5. Menyusun menu dan merencanakan kebutuhan bahan makanan untuk kelompok rentan
  6. Menyelenggarakan dapur khusus untuk bayi dan anak balita darurat
  7. Melakukan konseling menyusui, MP-ASI, dan PMBA.
  8. Surveilans gizi
  9. Melakukan pengawasan bantuan susu formula dan produk bayi lainnya
  10. Melakukan pengawasan donasi dan bantuan pangan lainnya
  11. Membuat standar porsi dan gizi pengungsi

Komentar

Top