: Kasus Baru Covid-19 di DIY Kembali Melonjak 7 Orang, Pasien Sembuh Tambah 5 Orang Kamis, 25 Juni 2020               : Pemkot Bogor mencatat, terdapat 10 mal yang mengajukan izin beroperasi kembali di tengah pandemi corona.               : Demo penolakan UU Cipta Kerja pada tanggal 8 Oktober 2020 berpotensi meningkatkan kasus Covid-19              
Blog single photo

Intervensi Suplementasi Gizi pada Situasi Bencana

Sumber: Pedoman Pelaksanaan Respon Gizi Pada Masa Tanggap Darurat Bencana

Pada situasi bencana, pemenuhan zat gizi mikro pada anak balita, balita dengan penyakit infeksi tertentu, ibu hamil, nifas, dan ibu menyusui, berperan sangat penting untuk melindungi kesehatan mereka. Tujuan dari dukungan pada kelompok tersebut adalah untuk memberikan perlindungan dari berbagai masalah kekurangan zat gizi mikro yang timbul sebagai dampak bencana.

Adapun intervensi suplementasi gizi pada situasi becana meliputi kegiatan sebagai berikut:

1. Penyediaan Makanan Tambahan (MT) Ibu Hamil dan Balita

Pada situasi bencana makanan sangat terbatas dan layanan dapur umum pun belum tersedia, maka sebagai salah satu upaya respon cepat untuk penyediaan asupan gizi bagi Ibu hamil dan balita usia 6-59 bulan adalah dengan membagikan makanan tambahan berupa makanan pabrikan (biskuit).

2. Suplementasi Vitamin A Pada Bayi, Balita dan Ibu Nifas

Sasaran pemberian vitamin A adalah bayi berusia 6-11 bulan, balita berusia 12-59 bulan, dan ibu nifas yang bertujuan untuk mencegah kekurangan, meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan balita terhadap infeksi, serta mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan diare. Pada ibu nifas (0-40 hari) diberikan 2 kapsul vitamin A dosis 200.000 IU. Kapsul pertama diberikan pada hari pertama, sedangkan kapsul berikutnya diberikan pada hari berikutnya dengan selang waktu minimal 24 jam. Vitamin A bagi bayi usia 6-11 bulan diberikan vitamin A dosis 100.000 IU (kapsul biru). Bagi anak berusia 12-59 bulan diberikan vitamin A dosis 200.000 IU (kapsul merah). Bila kejadian bencana terjadi dalam waktu kurang dari 30 hari setelah pemberian kapsul vitamin A yaitu pada bulan kapsul vitamin A (Februari dan Agustus) makan balita tidak perlu diberikan kapsul vitamin A.

3. Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi Ibu hamil dan Remaja Putri

Sasaran pemberian TTD adalah seluruh ibu hamil dan remaja putri untuk mencegah anemia dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Ibu hamil diberikan 1 TTD setiap hari selama minimum 90 hari, sedangkan remaja putri diberikan 1 TTD setiap minggu sepanjang tahun.

4. Suplementasi Zinc dan Obat Cacing

Berkoordinasi dengan sub klaster Pelayanan Kesehatan untuk memastikan suplementasi Zinc bagi terapi diare pada balita tanpa gizi buruk, serta pemberian obat cacing.

Komentar

Top