: Kasus Baru Covid-19 di DIY Kembali Melonjak 7 Orang, Pasien Sembuh Tambah 5 Orang Kamis, 25 Juni 2020               : Pemkot Bogor mencatat, terdapat 10 mal yang mengajukan izin beroperasi kembali di tengah pandemi corona.               : Demo penolakan UU Cipta Kerja pada tanggal 8 Oktober 2020 berpotensi meningkatkan kasus Covid-19              
Blog single photo

Kemenkes bantu meningkatkan asupan gizi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan yang menangani COVID-19

Kemenkes bantu meningkatkan asupan gizi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan yang menangani COVID-19

 

Saat ini hampir seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia, sedang dilanda pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV 2. Presiden Joko Widodo telah menetapkan Status Bencana Non Alam COVID-19 sebagai Bencana Nasional pada 13 April 2020 dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020. Banyak upaya yang telah dilakukan Pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 antara lain dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia serta menerapkan protokol kesehatan pada kehidupan sehari-hari antara lain memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak minimal satu meter.

Upaya lain untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh akan semakin kuat dengan mengonsumsi anekaragam makanan terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah dalam jumlah yang cukup, minum air minimal 8 gelas perhari, serta aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Salah satu kelompok yang paling berisiko terinfeksi virus tersebut adalah tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penanggulangan COVID-19, baik di rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya maupun di masyarakat.

Kementerian Kesehatan melalui Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan berupa Bahan Pangan Tambahan (BPT) kepada tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam penanggulangan COVID-19 dengan mengalokasikan anggaran sebesar 83,59 milyar rupiah.

BPT diberikan kepada 684.900 orang di seluruh provinsi untuk memenuhi kebutuhan tambahan gizi selama kurang lebih 1 bulan. BPT yang diberikan berupa tepung terigu 1 kg, kacang tanah 500 gram, kacang hijau 500 gram, minyak goreng 1 liter, corned beef 340 gram dan sarden 425 gram ini dapat memenuhi sekitar 30% (690 kalori) dari rata-rata Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan.

Paket BPT sudah didistribusikan sejak bulan Agustus 2020, Kementerian Kesehatan bermitra dengan Anggota Komisi IX DPR RI untuk mendistribusikan paket BPT kepada sasaran di Satuan Tugas (Satgas) atau masyarakat, sedangkan untuk sasaran yang ada di institusi seperti rumah sakit dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi sebagai koordinator di masing-masing provinsi.

Dengan diberikannya BPT ini diharapkan dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan yang bekerja di garda terdepan dalam menangani pasien yang terpapar virus ini sehingga tubuh lebih kuat tidak mudah terinfeksi dan dapat bertugas dengan optimal. KN

Komentar

Top