: Kasus Baru Covid-19 di DIY Kembali Melonjak 7 Orang, Pasien Sembuh Tambah 5 Orang Kamis, 25 Juni 2020               : Pemkot Bogor mencatat, terdapat 10 mal yang mengajukan izin beroperasi kembali di tengah pandemi corona.               : Demo penolakan UU Cipta Kerja pada tanggal 8 Oktober 2020 berpotensi meningkatkan kasus Covid-19              
Blog single photo

Ayo Dukung Ibu Tetap Menyusui di Masa Pandemi COVID-19

AYO DUKUNG IBU TETAP MENYUSUI DI MASA PANDEMI COVID-19

 

Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Salah satunya akses pada layanan penting seperti konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) yang biasanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, posyandu, dll. Situasi pandemi, memberikan tantangan tersendiri, khususnya bagi ibu menyusui. Informasi tidak tepat yang beredar tentang keamanan menyusui di masa pandemi COVID-19, seringkali menimbulkan kecemasan yang berakhir pada keraguan ibu dalam memberikan ASI pada bayinya.

 

Apakah menyusui di masa pandemi COVID-19 aman?

WHO menyatakan, sampai saat ini belum ditemukan SARS-CoV 2 pada ASI dan belum ada bukti penularan COVID-19 secara langsung dari ibu kepada anak melalui ASI.

 

ASI, sumber zat gizi terbaik bagi bayi. ASI mengandung berbagai antibodi penting yang memberikan efek perlindungan kuat dalam melawan infeksi. Anak yang mendapatkan ASI Ekslusif 6 bulan, tumbuh dan berkembang dengan baik, otaknya lebih cerdas dan sehat.  Manfaat ASI bukan hanya untuk kesehatan anak di masa kini tetapi juga kelangsungan hidup serta kualitas kesehatan anak di masa mendatang karena pemberian ASI erat kaitannya dengan pencegahan stunting, menurunkan risiko terjadinya obesitas serta risiko penyakit kronis di masa dewasa (Lancet, 2013). Oleh karena itu pemberian ASI menjadi salah satu intervensi prioritas dalam percepatan pencegahan stunting.

 

WHO-UNICEF (2020) menyatakan, manfaat pemberian ASI melampaui potensi risiko COVID-19.  Sehingga menyusui Eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih, tetap direkomendasikan di masa pandemi COVID-19.

 

Bagaimana Menyusui yang Aman di Masa Pandemi COVID-19?

 

Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Panduan Bagi Ibu Menyusui di Masa Pandemi COVID-19 dan media KIE yang dapat menjadi rujukan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan informasi akurat serta acuan bagi ibu untuk tetap melakukan praktik menyusui.

 

 

 

Ibu sehat, Ibu berstatus kontak erat, dan Ibu berstatus kasus konfirmasi tanpa gejala COVID-19 dapat menyusui secara langsung. Ibu harus mendapatkan dukungan untuk tetap menyusui dengan mempraktikkan protokol pencegahan penularan infeksi yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin; menggunakan masker; rutin mendesinfeksi permukaan yang sering disentuh dan menjaga jarak fisik dengan orang lain.

 

Pada Ibu berstatus kontak erat atau Ibu berstatus kasus konfirmasi tanpa gejala, yang mulai mengalami gejala/perberatan gejala COVID-19, pemberian ASI tetap dapat dilakukan melalui ASI Perah (ASIP). Selanjutnya ASIP diberikan kepada bayi dengan cangkir atau sendok yang bersih oleh ibu maupun anggota keluarga yang sehat. Saat memerah ASI dan memberikannya Ibu/anggota keluarga harus tetap mempraktikkan protokol pencegahan penularan infeksi.

 

Apabila ibu terlalu sakit dan tidak mampu memerah ASI, ibu harus segera menghubungi tenaga kesehatan melalui alat komunikasi yang tersedia untuk berkonsultasi tentang keadaannya. Pemberian ASI melalui donor ASI hanya disarankan jika memenuhi syarat. Sedangkan pemberian pengganti ASI, sebagai pilihan terakhir, hanya dilakukan sampai ibu dapat menyusui kembali,  dan tentunya dengan pengawasan tenaga kesehatan.

 

Penyebarluasan informasi, promosi dan dukungan terhadap praktik menyusui merupakan strategi mencapai keberhasilan menyusui. Hal tersebut telah dilakukan melalui sinergitas lintas program dan lintas sektor dengan berbagai saluran. Ayo terus berikan dukungan agar ibu tetap menyusui di masa pandemi COVID-19. Keberhasilan menyusui, salah satu kunci percepatan pencegahan stunting. –DA-

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Top